Logo

SMA NEGERI 1 BATUJAYA

Ngorejat Jadi Juara

PENGUMUMAN

TEMPE DARI KACANG TUNGGAK

02 Sep 2022 Wanti Angraeni, S.Pd. 1451 Kali Dilihat

TEMPE DARI KACANG TUNGGAK

 

Tempe  merupakan produk pangan yang sangat populer di Indonesia yang diolah dengan proses fermentasi kedelai  dalam  waktu  tertentu  menggunakan  Jamur  Rhizopus  sp.  Kapang yang  tumbuh  pada  kedelai  akan menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia.

Tempe umumnya berbahan baku kedelai tetapi kurangnya produksi dalam negeri menyebabkan pemerintah harus mengimpornya. Indonesia memiliki banyak kacang-kacangan lokal seperti kacang gude (Cajanus cajan (L.) Millsp.) dan kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp.).

Secara  umum  tempe  mempunyai  ciri  berwarna  putih  karena  pertumbuhan  miselia-miselia  jamur  yang menghubungkan  antar  biji-biji  kedelai  sehingga  terbentuk  tekstur  yang  kompak.  Terjadinya  degradasi komponen-komponen  kedelai  selama  fermentasi  yang  menyebabkan  timbulnya  flavour  tempe  yang  khas (Rizal, dkk 1999).

Kacang   tunggak   (Vigna   unguiculata)   merupakan   salah   satu   jenis   kacang   yang cukup   dikenal   dan berkembang di Indonesia. Keunggulan kacang tunggak adalah mudah dibudidayakan, mengandung protein cukup  tinggi  dan  harganya  relatif  terjangkau  dibandingkan  dengan  kacang  kedelai.  Kacang  tunggak merupakan kacang lokal yang memiliki peluang yang besar dalam penyediaan sumber protein nabati guna mencukupi kebutuhan gizi akan protein disamping kacang kedelai (Halifah,2011).

Kandungan  gizi  kacang  tunggak  dengan  berat  100  gram  mengandung  protein  sebesar  24,4  gram,  lemak sebesar  44,2  gram,  dan karboidrat  sebesar  23,6  gram. Kandungan  gizi    kedelai  dengan  berat  100  gram mengandung   protein   sebesar   40,4   gram,   lemak   sebesar   16,7   gram,   karbohidrat   24,9   gram.   Bila dibandingkan dengan kandungan gizi protein kacang kedelai, kandungan gizi protein pada kacang tunggak masih rendah, namun kandungan gizi yang lain pada kacang tunggak ada yang lebih tinggi dari kandungan gizi kacang kedelai yaitu kandungan lemak sebesar 44,2 gram dan karbohidrat sebesar 24,9 gram. Nilai gizi yang  tinggi  dan  harga  yang  relatif  murah  menjadikan  kacang  tunggak  sebagai  bahan  makanan  sumber protein  nabati  untuk  mencukupi  kebutuhan  gizi  dalam  masyarakat.  Sama  halnya  dengan  kedelai,  selain terdapat  kandungan  gizi  yang  baik  pada  kacang  tunggak  ,  kacang  tunggak  mempunyai  kandungan  asam amino     yang     dibutuhkan     untuk     pertumbuhan     dan     metabolisme     kapang     selama     fermentasi (Sulissiawati,2003).

Untuk melakukan divertifikasi pangan, dapat ditambahkan bahan pangan lain yang kaya akan mineral yaitu Rumput  laut.  Pemanfaatan  rumput  laut  sebagai  makanan  karena  mempunyai  gizi  yang  cukup  tinggi. Sehingga  rumput  laut  sangat  cocok  sebagai  bahan  tambahan  dalam  pembuatan  makanan.  Kandungan  zat gizi rumput laut dapat meningkatkan nilai gizi pada tempe.

 

Proses pembuatan tempe kacang tunggak

Kacang  tunggak  rebus  selama  10  menit  di  dalam  air  mendidih  untuk  memudahkan  dalam  mengupas  kulit kacang  tunggak,  kemudian  tiriskan  dan  kupas  kulit  kacang  tunggak.  Kacang  tunggak  kupas  kulit  direndam selama 8 jam kemudian di kukus selama 20 menit. Perendaman dimaksudkan untuk mengempukkan kacang dan mengempukkan  kotiledon  canag  agar  terjadi  pengasaman  secara  spontan.  Keadaan  asam  ini  berguna untuk  membunuh  mikroba  terutama  bakteri  yang  tidak  tahan  asam,  dan  juga  diperlukan  oleh kapang  untuk pertumbuhannya.  Setelah  dikukus  dilakukan  penirisan.  Pengukusan  bertujuan  untuk  membunuh  bakteri ataupun  enzim  penyebab  keasaman  dan  juga  sekaligus  bertujuan  untuk  melunakkan  kacang  tunggak.

Penirisan yang dimaksud untuk mendinginkan kacang dan juga untuk mengurangi kadar air. Sesuai pra penelitian yang dilakukan oleh (Paggara,2001) tentang Pengaruh Lama Perebusan terhadap Kadar protein Tempe Kacang Tunggak  ( Vigna Unguiculata ) di dapatkan hasil perebusan terlalu lama yaitu sekitar 15 menit dapat   menyebabkan   kerusakan   tekstur   biji  kacang.

Lama   pengukusan   ini  sangat   penting diperhatikan  karna  akan  mempengaruhi  kandungan  protein  di  dalam  kacang  tunggak.  Semakin  lama perebusan , kadar protein semakin berkurang. Pemasakan yang terlalu lama  (berlebih) tidak dikehendaki karena biji kacang akan mudah hancur, sehingga bahkan menghambat pertumbuhan miselium kapang Rhizopus. Disamping itu, pemasakan yang terlalu lama berarti pemborosan energi,  menghancurkan beberapa  asam amino, dan bahkan  menurunkan daya  cerna  dan mutu protein tempe  ( Syarief, Rizal dkk, 1999).

Penelitian  Sosilo,  Joko  utomo  dan  Satya,  Sri  Antarlina  (1998)  Pengupasan  kulit  biji  kacang  tunggak  lebih sulit daripada pengupasan kulit biji kedelai, karena lebih tebal sehingga memerlukan waktu pengupasan yang relatif  lebih  lama.  Fermentasi  pada  pembuatan  tempe  kacang  tunggak  lebih  singkat  daripada  pembuatan tempe kedelai, hal ini karena kandungan protein kacang tunggak lebih rendah dan kandungan karbohidratnya lebih tinggi daripada kedelai.Tempe  kacang  tunggak  rumput  laut  yang  dihasilkan  berbentuk  persegi  sesuai  dengan  tempe  kedelai  pada umumnya. Tempe  yang  baik  dicirikan  oleh  permukaan  yang  ditutupi  oleh  miselium  kapang  (benang–benang  halus)  secara  merata,  kompak  dan  berwarna  putih.  Antar  butiran  kacang  dipenuhi  oleh  miselium dengan  ikatan  yang  kuat  dan  merata,  sehingga  bila  diiris  tempe  tersebut  tidak  hancur  (  Syarief,  Rizal  dkk, 1999).

 

Komentar
Belum ada komentar. Jadi yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar
Tulisan Lainnya
×